Penguatan Manajemen Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Melalui Pelatihan dan Pendampingan di Pesantren MBS Ulil Albab Ngawi
Keywords:
Manajemen Organisasi, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Penguatan Organisasi, Kepemimpinan, Pesantren MBS Ulil Albab NgawiAbstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat manajemen organisasi pada pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Pesantren MBS Ulil Albab Ngawi. Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pelajar, namun sering menghadapi tantangan manajemen internal. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan spesifik yang dihadapi IPM di pesantren tersebut, seperti kurangnya pemahaman prinsip manajemen, tantangan komunikasi, dan kendala dalam resolusi konflik. Metode yang digunakan adalah pendekatan intervensi berbasis pembelajaran pengalaman (experience learning) dan pembelajaran sambil melakukan (learning by doing), yang melibatkan survei awal, diskusi kelompok terfokus (FGD), pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. Pelatihan mencakup prinsip-prinsip manajemen organisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan komunikasi, strategi resolusi konflik, serta peningkatan keterlibatan anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pengurus IPM mengenai fungsi manajemen, kemampuan kepemimpinan, efektivitas komunikasi internal, dan kapasitas resolusi konflik. Selain itu, solidaritas dan partisipasi anggota juga meningkat. Penguatan ini berkontribusi langsung pada pencapaian visi pesantren dalam mencetak kader dan pemimpin umat yang berintegritas.
References
Baldwin, T. T., & Ford, J. K. (1988). Transfer of training: A review and directions for future research. Personnel Psychology, 41(1), 63-105.
Berk, R. A. (2009). Multimedia teaching with video clips: TV, youtube, and mtvU in the college classroom. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 5(1), 1-21.
Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Macmillan.
Harvard Business Review. (2018, September 4). The Importance of Strategic Planning.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning together and alone: Cooperative, competitive, and individualistic learning. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Kirkpatrick, D. L. (1994). Evaluating training programs: The four levels. San Francisco: Berrett-Koehler.
Kemdikbud. (2023). Statistik Pendidikan.
Kahn, R. L., & Byosiere, P. (1992). Stress in organizations. In M. D. Dunnette & L. M. Hough (Eds.), Handbook of industrial and organizational psychology (pp. 571-650). Palo Alto, CA: Consulting Psychologists Press.
LPPM UMM. (2024). Survei Keterampilan Kepemimpinan Pelajar.
Noe, R. A. (2020). Employee training and development. New York: McGraw-Hill Education.
Phillips, J. J. (1997). Return on investment in training and performance improvement programs. Houston: Gulf Publishing Company.
Robinson, S. P. (2017). Fundamentals of management. Pearson.
Salas, E., Tannenbaum, S. I., Kraiger, K., & Smith-Jentsch, K. A. (2012). The science of training and development in organizations: What matters in practice. Psychological Science in the Public Interest, 13(2), 74-101.
Schein, E. H. (2017). Organizational culture and leadership. San Francisco: Jossey-Bass.
World Economic Forum. (2020). The Future of Jobs Report.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. Sage publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.