SPIRITUALITAS IRFANI DAN ETIKA SOSIAL: RELEVANSINYA DALAM MENGHADAPI DEHUMANISASI DI ERA MODERN
DOI:
https://doi.org/10.63353/9f8ypg84Keywords:
spiritualitas irfani, etika sosial, dehumanisasi, ma'rifah, modernitas, transformasi spiritualAbstract
Era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi telah melahirkan fenomena dehumanisasi yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi spiritualitas irfani dan etika sosial dalam menghadapi berbagai bentuk dehumanisasi kontemporer. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis konsep-konsep spiritualitas irfani seperti ma'rifah, tauhid, dan insan kamil, serta prinsip-prinsip etika sosial seperti ihsan, rahmah, 'adalah, dan ukhuwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas irfani menawarkan alternatif paradigmatik yang komprehensif untuk merestorasi dimensi sakral kemanusiaan yang hilang akibat instrumentalisasi dalam sistem kapitalis, teknologisasi kehidupan, dan fragmentasi sosial. Spiritualitas irfani tidak hanya memberikan fondasi ontologis bagi martabat kemanusiaan universal, tetapi juga menyediakan jalur transformasi individual yang menghasilkan kesadaran spiritual mendalam dan mendorong aktualisasi etika sosial dalam kehidupan konkret. Etika sosial yang bersumber dari spiritualitas irfani termanifestasi dalam empati universal, tanggung jawab moral terhadap sesama dan alam, serta komitmen terhadap keadilan dan keseimbangan kosmis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi spiritualitas irfani melalui pendidikan spiritual, pembentukan komunitas berbasis nilai spiritual, dan integrasi dimensi spiritual dalam kebijakan publik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi krisis kemanusiaan di era modern. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan framework teoretis yang lebih komprehensif, penelitian empiris tentang efektivitas praktik spiritual, serta intensifikasi dialog antaragama berbasis common spiritual ground untuk membangun peradaban yang lebih humanis dan berkeadilan
Downloads
References
Abdurrahman, D. (2007). Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Abidin, Z. (2015). Etika sosial dalam tasawuf: Relevansinya bagi pembangunan karakter bangsa. Jurnal Akhlak dan Tasawuf, 1(1), 45-62.
Al-Ghazali, I. (2017). Ihya Ulumuddin: Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama (Terj.). Jakarta: Republika Penerbit.
Anwar, R. (2010). Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
Anshari, E. S. (2013). Wawasan Islam: Pokok-Pokok Pikiran tentang Paradigma dan Sistem Islam. Jakarta: Gema Insani.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Azra, A. (2005). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Bandung: Mizan.
Bakker, A., & Zubair, A. C. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Basri, H. (2014). Spiritualitas Islam dalam menghadapi tantangan modernitas. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 16(1), 89-104.
Dahlan, M. (2018). Konsep etika sosial dalam perspektif tasawuf. Jurnal Studi Islam, 19(2), 167-185.
Daulay, H. P. (2012). Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Departemen Agama RI. (2009). Al-Qur'an dan Terjemahnya. Bandung: Diponegoro.
Fakhruddin. (2016). Spiritualitas irfani Ibn Arabi: Konsep wahdatul wujud dan implikasinya terhadap etika sosial. Jurnal Ushuluddin, 24(2), 201-220.
Hamka. (2015). Tasawuf Modern. Jakarta: Republika Penerbit.
Harahap, S. (2011). Etika Islam dalam mengelola lingkungan hidup. Jurnal Edutech, 10(1), 97-112.
Haryanto, J. T. (2016). Dehumanisasi dalam masyarakat modern: Tinjauan sosiologis. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(2), 143-162.
Hasanah, U. (2013). Tasawuf dan relevansinya dengan kehidupan modern. Jurnal Penelitian, 10(1), 125-144.
Hidayat, K. (2006). Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme. Jakarta: Noura Books.
Hidayatullah, S. (2014). Tasawuf dan krisis spiritual manusia modern. Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf, 1(1), 67-84.
Ismail, F. (2002). Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Analisis Historis. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
Izutsu, T. (1994). Konsep-Konsep Etika Religius dalam Qur'an (Terj.). Yogyakarta: Tiara Wacana.
Khatibah. (2011). Penelitian kepustakaan. Iqra': Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 5(1), 36-39.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Latif, Y. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Madjid, N. (2000). Islam Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.
Madjid, N. (2008). Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Jakarta: Paramadina.
Mahfud, C. (2009). Pendidikan karakter dalam perspektif tasawuf. Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 22(1), 89-108.
Mestika, Z. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munawir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif.
Mustofa, A. (2017). Aktualisasi nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan modern. Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 8(1), 78-96.
Naim, N. (2012). Character Building: Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu dan Pembentukan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Nasr, S. H. (1987). Islamic Spirituality: Foundations. New York: Crossroad.
Nasr, S. H. (2003). Islam: Religion, History, and Civilization. San Francisco: HarperCollins.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Musyaffa’ Rafif Naufal, Abdul Mukti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.